Cara Memilih Bakalan Sapi Potong Yang Sehat

Cara Memilih Bakalan Sapi Pootong yang Sehat

Apakah yang jadi penentu keberhasilan usaha penggemukan sapi? Jika Anda mengatakan bakalan sapi, maka Anda benar. Bakalan sapi menjadi hal pertama serta utama yang seharusnya Anda persiapkan dengan baik. Mengapa demikian? Hal itu dikarenakan bakalan sapi dengan kualitas yang bagus akan dapat menerima setiap asupan makanan dengan baik pula.

Jadi, pertumbuhannya akan sesuai dengan yang Anda harapkan. Tetapi, jika bakalan itu ternyata kurang bagus, maka hasil penggemukannya tentu akan berbeda juga dengan bakalan sapi potong yang kualitasnya bagus.Selain itu penting untuk memilih bakalan sapi yang bagus dan sehat Karena proses pertumbuhannya akan cepat semakin nahfsu makannya kuat maka pertumbuhan sapi jua akan cepat meningkat.
Cara Memilih Bakalan Sapi Potong Yang Sehat
Cara Memilih Bakalan Sapi Potong Yang Sehat

Jadi, langkah pertama beternak sapi potong yang sukses adalah melakukan seleksi yang benar-benar teliti dalam pemilihan bakalan sapi. Kalau untuk jenis, di Indonesia ini ada banyak jenis sapi yang baik untuk dijadikan bakalan sapi potong.

Misalnya, Sapi Bali, Madura, Brahma, Angus, Brangus, Hereford, Charolais, Ongole, PO, Limousin ataupun Shorthorn. Nah, Anda tinggal pilih saja jenis sapi mana yang sesuai dengan iklim serta lingkungan tempat Anda menggemukkan sapi.

Dalam melakukan pemilihan tersebut, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan, yaitu:

Umur Bakalan Sapi yang Tepat
Kalau tujuan ternak sapi adalah penggemukan, maka bakalan yang dipilih biasanya adalah sapi jantan. Bukannya tidak boleh memilih sapi betina, tetapi umumnya sapi betina digunakan untuk indukan ataupun sapi perah. Untuk umur sendiri, disarankan tidak memilih sapi yang terlalu muda, yaitu 1 tahunan.

Sapi muda biasanya makannya banyak sekali, kan masih dalam masa pertumbuhan. Sedangkan sapi yang terlalu tua yaitu diatas 3 tahun, pertumbuhan dagingnya sudah mulai melambat. Jadi, umur bakalan sapi yang paling pas adalah sekitar 2,5 tahun.

Ciri-ciri Bakalan Sapi yang Baik
Berikutnya, kita akan membahas ciri-ciri bakalan sapi yang baik untuk dijadikan sapi potong. Secara umum, bakalan sapi biasanya masih kurus tetapi sehat serta tidak cacat. Berat minimalnya adalah 200 kilogram. Kemudian yang harus diperhatikan lagi adalah bentuk badannya.

Badan sapi harus silindris dengan rusuk yang cembung, punggung lurus serta rangkanya besar. Perhatikan juga bulunya, karena bulu sapi yang bagus itu pendek dan tidak berminyak. Ciri yang terakhir adalah bentuk muka sapi yang sebaiknya panjang dengan mata berbinar cerah.

Nah, jika Anda memilih bakalan sapi dengan umur dan ciri-ciri di atas, maka langkah awal yang baik untuk beternak sapi potong sudah Anda lakukan. Sapi yang memiliki ciri-ciri tersebut akan mudah untuk digemukkan walaupun ketika pertama kali membelinya kondisi sapi masih dalam keadaan kurus.

Sekarang, anda tinggal merawatnya dengan baik, sehingga 6 bulan berikutnya Anda bisa mendapatkan sapi yang sudah gemuk dan siap untuk dijual.

Teknik Budidaya Sapi Potong Bagi Peternak

Teknik Budidaya Sapi Potong Bagi Peternak


Penggemukan merupakan pemeliharaan ternak yang bertujuan untuk meningkatkan produksi dan memperbaiki kualitas daging sebelum ternak itu dijual ke para pedagang. Berikut ini beberapa  faktor penting yang harus diperhatikan bagi para peternak sapi potong agar dapat meningkatan hasil produksinya:
Teknik Budidaya Sapi Potong Bagi Peternak
Teknik Budidaya Sapi Potong Bagi Peternak

1.Pemilihan Sapi Bakalan
Dipilih sapi jantan dengan kriteria sebagai berikut : mata bersinar, moncong pendek, badan tinggi, dada dalam badan lebar, kulit tipis , tidak terlalu kurus, umur cukup , dan kapasitas perut besar. Pemilihan sapi bakalan dipilih sapi jantan yang berumur 1,5 2 tahun dengan bobot 260-300 kg. Cara menduga bobot badan dengan
menggunakan pita ukur :



Keterangan :
W : Bobot Badan/kg
L : Lingkar Dada/cm

2.Pemberian pakan hijauan dan konsentrat

Waktu pemberian pakan diatur 2 (dua) kali sehari pagi dan sore dalam bentuk pakan hijauan dan konsentrat. Jumlah pemberian hijauan ± 10% dari bobot badan sapi, lebih baik dipotong-potong (2-5 cm) agar lebih mudah dicerna. Jumlah pemberian konsentrat 1-2% dari bobot badan sapi, sebaiknya diberikan ± 3 jam sebelum pemberian pakan hijauan. Tujuannya adalah agar proses pencernaan berjalan secara optimal.

Pemberian konsentrat sebaiknya dalam bentuk kering (tidak dicampur air), namun pemberian bentuk basah juga bisa dilakukan. Yang perlu diperhatikan bila pemberian bentuk basah adalah konsentrat tersebut harus habis dalam sekali pemberian sehingga tidak terbuang.

Air minum tersedia secara ad libitum (tersedia secara terus menerus).

Komposisi pakan konsentrat hasil kajian BPTP Sulawesi Selatan yang disusun berdasarkan bobot badan ratarata 200 kg sebagai berikut :


Bahan pakan Jumlah (Kg/ekor/bulan)
Dedak padi 36.3
Bungkil kelapa 21.6
Jagung 3.3
Pikutan 0.3
Jumlah 61.5

3.Pemberian obat cacing
Diberikan obat cacing satu kali selama 3-4 bulan pemeliharaan

4.Sistem perkandangan
Kandang yang digunakan adalah kandang komunal yaitu kandang yang dibangun atau didirikan secara mengelompok dalam satu hamparan luasan tertentu yang dikelola secara bersama dan dikoordinir oleh seorang ketua kelompok. Lama penggemukan
3-4 bulan.

5.Kebersihan kandang
Kebersihan ternak atau kandang sangat penting agar ternak tetap sehat, lingkungan kandang tidak berbau dan tidak lembab. Lantai kandang setiap hari atau 2 hari sekali dibersihkan dengan cara mengumpulkan kotoran diluar kandang.

6.Analisa usaha
Untuk mengetahui analisa usaha penggemukan menguntungkan atau tidak, peternak harus melakukan pencatatan usahatani dengan baik. Hal ini dilakukan dengan jalan mencatat semua pengeluaran, penerimaan, dan permasalahan selama usaha pengemukan dilaksanakan seperti : modal pembuatan kandang, harga bakalan, jumlah biaya pakan, permasalahandan perkembangan sapi selama penggemukan dan mencatat harga jual (Sapi dan Kotoran). Dengan demikian maka keuntungan dapat dihitung.

Cari Blog Ini

Popular Posts